Anggota Komisi I DPRD Muna Apresiasi Wacana Penghapusan Psiko Test pada Seleksi CPNSD

MUNA – Tambahan psikotes pada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dalam seleksi CPNSD Muna telah banyak menimbulkan kegaduhan di publik. Pasalnya, hanya di Muna saja yang mengeluarkan kebijakan tambahan terrsebut.

Komisi I DPRD Muna dengan tegas menolak adanya penambahan psiko tes pada seleksi CPNSD tersebut.

Alhasil, Plh. Bupati Muna, Abdul Malik Ditu telah mengirimkan surat kepada Kepala BKPSDM Muna, Sukarman Loke terkait permintaan tak dilaksanakannya psikotes dalam seleksi CPNS.

Langkah Plh. Bupati Muna tersebut diapresiasi anggota Komisi I DPRD Muna, Moh. Iksanuddin Makmun. Menurutnya, surat tersebut menjawab keresahan dan kegalauan para peserta tes CPNS di Kabupaten Muna.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Gerindra ini juga menambahkan, bahwa dengan keluarnya surat dari pembina kepegawaian tertinggi di Kabupaten Muna itu, maka tidak ada alasan bagi Kepala BKPSDM yang juga sebagai sekertaris Panselda untuk melaksanakan tambahan psikotes di SKB.

“Tidak usah ngeles dengan mengeluarkan perihal penundaan seperti surat yang beredar, sampaikan secara tegas atas nama pimpinan bahwa tes itu tidak akan lagi dilaksanakan oleh peserta CPNS, agar tidak ada keresahan lagi bagi peserta tes,” ungkapnya, Sabtu (10/10/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa surat tersebut juga menjawab perjuangan para wakil rakyat yang berada di Komisi I secara khusus, dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Muna pada umumnya.

“Akhirnya, kami juga bisa merespon keresahan masyarakat terkhusus para peserta CPNS maupun orang tua mereka, dalam menolak untuk tidak diadakan tambahan psiko dalam tes SKB. Jadi, semoga dengan keluarnya surat tersebut, polemik mengenai tes psiko berakhir karena sudah tuntas dan sudah tidak ada lagi tes tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar Surat dari Plh. Bupati Muna, Abdul Malik Ditu dengan nomor : 810/847, perihal permintaan tak dilaksanakannya psikotes dalam seleksi CPNS.

Pos terkait