Demonstrasi di DPRD Sultra, Massa Minta PT Celebes Pasifik Mineral Ditindak

Massa yang tergabung dalam Konsorsium Lingkar Aktifis Pemerhati Lingkungan dan Hukum Sulawesi Tenggara saat hearing bersama Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara, Rabu (3/3/2021)/Foto: ist

KENDARI – Sejumlah massa yang tergabung dalam Konsorsium Lingkar Aktifis Pemerhati Lingkungan dan Hukum Sulawesi Tenggara mendesak DPRD Sultra untuk menginvestigasi kelayakan aktifitas penambangan yang dilakukan oleh PT Celebes Pasifik Mineral.

PT Celebes Pasifik Mineral (PT CPM) diduga melakukan aktifitas penambangan tanpa mengantongi izin lengkap. Pasalnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT CPM di Kabupaten Konawe Utara seluas 501 hektar telah dicabut berdasarkan pengumuman Menteri ESDM RI.

“IUP Eksplorasi PT Celebes seluas 501 hektar yang dikeluarkan Bupati Konut dengan SK Nomor 138 Tahun 2011, izin itu sudah dicabut berdasarkan pengumuman Menteri ESDM Nomor 1658.Pm/04/DJB/2016 tanggal 26 November 2016 tentang penetapan IUP Clear and Clean,” terang Koordinator Lapangan Aksi, Maco Pratama seperti dengan rilis pernyataan sikap yang diterima Parlemen.id, Rabu (3/3/2021).

Lanjutnya, aktifitas dari PT CPM tersebut dinilai telah melanggar Undang-undang 3/2020 dan perubahannya tentang pertambangan mineral dan batubara.

Bacaan Lainnya

Dan aktifitas perusahaan tersebut juga telah merugikan negara, karena jelas pasti tidak akan menjalankan kewajibannya dalam hal ini membayar pajak negara.

“Atas dasar itu kami dari Konsorsium Lingkar Aktifis Pemerhati Lingkungan dan Hukum Sultra, meminta Kapolda Sultra menghentikan aktifitas dan menangkap direktur PT Celebes Pasifik Mineral,” pintanya.

“Kami juga meminta kepada DPRD Sulawesi Tenggara untuk menginvestigasi kelayakan aktifitas PT Celebes Pasifik Mineral yang telah menambang tanpa mengantongi IUP, dan mengkoordinasikannya kepada DPR RI untuk mengawal kasus ini sampai ke jalur hukum,” tandasnya.

Pos terkait