Pesan Ketum Zulkifli Hasan kepada Kader PAN

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Foto: Istimewa

JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menitipkan pesan kepada seluruh kadernya agar selalu mengutamakan kepentingan rakyat.

“Partai ini didirikan untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” kata dia di akun instagramnya @zul.has, Jumat (6/3/2021).

“Saya menulis ini dari Jakarta, mudah-mudahan bisa dibaca di tempat masing-masing Saudaraku berjuang. Di manapun Saudaraku berada, saya titip pesan selalu utamakan kepentingan rakyat, tolong masyarakat yang kesusahan, dengarkan keluh kesahnya, bela hak-haknya,” pesan Zulkifli.

Zulkifli bersyukur partai berlambang matahari putih itu masih terus tegak berdiri ditengah dinamika yang menimpa.
“Saudaraku, kita sudah pernah melewati berbagai dinamika di partai ini, melalui kongres yang penuh kompetisi, menghadapi perbedaan-perbedaan yang kadang keras dan tajam. Namun kita perlu bersyukur PAN saat ini masih tegak berdiri. Bahkan justru lebih baik, lebih solid, Insya Allah lebih maju jika kita perjuangkan bersama-sama,” katanya.

“Tak terasa kongres Kendari sudah berlalu satu tahun. Ini saatnya kita saling rangkul, saling bimbing, melangkah bersama-sama untuk kemajuan partai ini ke depan. Segala perbedaan saat kongres sudah saya lupakan, saya pun mohon maaf jika masih ada luka atau rasa mengganjal yang tersisa,” tulis mantan Ketua MPR RI.

Zulkifli juga menyatakan, telah membuka pintu maaf yang disambut oleh seluruh pengurus DPP PAN. Ia juga mengajak kader untuk terus bersamanya dalam membesarkan partai.

“Sudah saya buka pintu maaf lebar-lebar, semua disambut dengan tangan terbuka di DPP PAN. Mari kita berjuang bersama lagi. Menatap hari esok dan masa depan yang lebih baik,” ujar Zulkifli.

Kembali lagi, Zulkifli menyarankan, agar pengurus partai fokus mengurus rakyat bukan justru mengurus pengurus partai lainnya. “Saya sering berkelakar, jangan sampai pengurus partai itu justru mengurus pengurus. Karena kita semestinya mengurus rakyat, berjuang dan berbakti untuk bangsa dan negara ini,” tambahnya.

“Mari rapatkan barisan. Bergandeng tangan. Melangkah bersama. Matahari mulai naik di ufuk sana, cahayanya terang benderang, saatnya kita berjuang!,” pungkasnya.

Penulis: Rifky
Editor: IUL

Pos terkait