Survei IPI: Mayoritas Anak Muda Indonesia Setuju UU ITE Direvisi

Ilustrasi UU ITE/Inet

JAKARTA – Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyebut bahwa sebanyak 53,7 persen anak muda Indonesia menilai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) perlu direvisi.

Menurut mereka UU ITE ini perlu di revisi untuk menjamin kebebasan masyarakat dalam mengemukakan pendapat.

“Sekitar 24,1 persen berpendapat UU ITE tidak perlu direvisi agar orang tidak berlaku sesukanya. Sisanya 18,6 persen tidak menjawab,” beber Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, seperti dilansir dari laman RMOL, Minggu (21/3/2021).

Mayoritas responden anak muda dalam survei ini atau sebesar 41,6 persen juga menilai tindakan saling melaporkan dengan dasar UU ITE adalah hal yang tidak baik.

Bacaan Lainnya

“Namun, sekitar 32,3 persen menilainya baik, dan 26,1 persen tidak menjawab,” tutur Burhanuddin.

Survei yang menggunakan metode simple random sampling dengan 206.983 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh nusantara.

Mereka pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.

Survei yang digelar pada 4 hingga 10 Maret ini memiliki margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17 hingga 21 tahun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat memberi arahan dalam rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, pada 15 Februari 2021 lalu pernah mengutarakan akan meminta kepada DPR merevisi UU ITE, jika UU tersebut tidak bisa memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Pos terkait