Komisi IV DPR RI Tolak Wacana Pemerintah Mengimpor Beras

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin. (Foto: Kresno/nvl/dpr.go.id)

JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menegaskan komisinya secara resmi dengan tegas menolak keras wacana pemerintah untuk melakukan impor beras. Sebabnya, rencana tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan para petani.

Penegasan tersebut ditekankan Sudin saat memimpin Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan jajaran serta Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran, di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

“Mengingat, begitu merebak informasi rencana impor beras, maka akan menimbulkan terjadinya gejolak harga di tingkat petani yang saat ini sudah mulai terindikasi di sejumlah wilayah tanah air. Dampak yang ditimbulkan dari merebaknya informasi wacana impor beras tidak main-main dan gejolak yang sangat besar,” ujar Sudin seperti dilansir dari dpr.go.id pada Rabu (24/3/2021).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut mengusulkan, jika produksi beras dalam negeri meningkat dan surplus sebagaimana klaim pemerintah maka seharusnya Kementan mencari terobosan, sehingga produk tersebut justru dapat diekspor dan bisa menyanggah rencana impor.

Bacaan Lainnya

Selain itu, legislator Dapil Lampung I itu mengingatkan Kementan untuk membenahi tata kelola dalam beragam sektor yang berkaitan dengan ketahanan pangan guna mengantisipasi ketersediaan pangan. Terutama, dalam menghadapi bulan puasa dan hari raya Idulfitri 2021.

“Bila ada harga tinggi dari sejumlah komoditas pangan di tingkat konsumen, maka jangan sampai harga tinggi tersebut tidak dinikmati oleh pihak produsen. Jika hal itu terjadi, maka pasti ada tata kelola yang salah,” ujar Sudin.

Sementara itu, Menteri Syahrul Yasin Limpo mengaku telah membuat perhitungan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok berdasarkan data yang tersedia dalam rangka menjaga kecukupan pangan pokok beberapa bulan ke depan. Seperti data stok tahun sebelumnya, perkiraan produksi dalam negeri, perkiraan impor dan perkiraan kebutuhan pangan masyarakat.

Menurutnya, prognosa neraca pangan pokok sampai bulan Mei 2021 diperkirakan dalam keadaan cukup.

“Beras diperkirakan akan surplus 12,56 juta ton, begitu juga jagung surplus 3,40 juta ton. Khusus beras surplus yang terjadi karena pada Maret dan April 2021 ini memasuki panen raya,” papar Mentan Syahrul.

Pos terkait