Voxpol Center Sebut Ganjar Pranowo Punya Elektabilitas Tinggi

Direktorat Voxpol Center, Pangi Syarwi / Istimewa

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas paling tinggi ketimbang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdasarkan hasil survei nasional oleh Voxpol Center. Survei tersebut digelar di 34 Provinsi pada 22 Juni-1 Juli 2021 dengan 1.200 responden dan dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kata Direktorat Voxpol Center Pangi Syarwi, Ganjar memperoleh elektabilitas tertinggi sebesar 19,2 persen. Hasil itu didapatkan dengan pertanyaan semi tertutup dengan 19 nama.

“Ganjar Pranowo unggul dari nama-nama lainnya,” kata Pangi dalam konferensi persnya secara virtual, Sabtu (3/7/2021).

Pangi menyebut Prabowo berada di posisi kedua dengan elektabilitas 18.9 persen. Sedangkan elektabilitas di posisi ketiga ditempati oleh Anies dengan 14,1 persen.

Bacaan Lainnya

Dari survei yang dilakukan mereka, Pangi mengungkapkan elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani berada di posisi 10 pada survei tersebut dengan jumlah 1,3 persen.

Elektabilitas Puan kalah dari Sandiaga Salahuddin Uno yang berada di peringkat empat dengan 8,3 persen. Disusul berturut-turut oleh Ridwan Kamil (5,8 persen), Agus Harimurti Yudyohono (5,4 persen), Sri Mulyani (4,5 persen).

Pangi juga mengatakan, elektabilitas Ganjar mengungguli Presiden Joko Widodo dan Prabowo dengan sistem pertanyaan terbuka atau top of mind.

Ganjar berada di posisi pertama dengan elektabilitas 17,3 persen. Sementara Jokowi berada di posisi kedua dengan elektabilitas 16,8 persen dan Prabowo di posisi ketiga dengan elektabilitas 16,5 persen.

Meski demikian, Pangi menilai belum ada kandidat calon presiden dengan elektabilitas yang cukup meyakinkan saat ini. Terlebih lagi setelah petahana Jokowi tidak bisa lagi mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024.

Ia mengatakan, dinamika elektoral tiga tahun menjelang Pilpres 2024 belum ada tokoh potensial yang memiliki angka elektabilitas melebihi ambang batas atau 25 persen.

“Rata-rata masih ‘elektabilitas medium’ pada elektabilitas tertutup semi terbuka, praktis belum ada tokoh capres yang leading atau menonjol sampai sejauh ini,” tandasnya.

Pos terkait