Lahannya Diserobot PT. OSS, Warga Desa Porara Mengadu ke DPRD Sultra

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sultra, Sudirman.

KENDARI – PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) kembali disoroti. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu diduga telah melakukan penyerobotan lahan milik warga Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe untuk pembangunan sutet.

Penyerobotan tersebut telah diadukan kepada DPRD Provinsi Sultra, dengan harapan agar lembaga legislatif itu segera memanggil PT. OSS.

Aspirasi warga Porara itu diterima langsung oleh anggota Komisi III DPRD Provinsi Sultra, Sudirman, Rabu (2/12/2020).

Menanggapi aspirasi warga Desa Porara, Sudirman mengatakan, bahwa pihaknya akan memangggil PT. OSS dan pihak terkait untuk medengarkan keluhan para pemilik lahan, sehingga ada solusi dari persoalan tersebut.

“Insha Allah pertengahan bulan ini, kita akan memanggil pihak perusahaan, pemilik lahan dan instansi terkait lainnya. Nanti kita akan mencari solusinya, apakah mengganti rugi ataukah dihentikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para pemilik lahan, PT. OSS melaksanakan pembangunan sutet tanpa melakukan komunikasi sebelumnya kepada masyarakat setempat. Tiba-tiba, pihak perusahaan hanya menilai dari materi (ganti rugi).

“Mekanisme yang benar itu, seharusnya ada komunikasi dulu dengan warga  setempat, bahwa akan di bangun sutet yang akan melintasi lahan warga. Dalam waktu dekat ini, kita akan memangil pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Di tempat yang Sama, perwakilan pemilik Laban, Yusuf Buhaera mengungkapkan, bahwa dirinya bersama pemilik lahan lainnya kaget, karena PT. OSS tiba-tiba membentangkan kabel sutet yang melintasi lahan mereka.

Yusuf menegskan, bahwa perusahan asing tersebut terkesan mengeyampingkan keberadaan pemilik lahan. Pasalnya, aktivitas proyek sutet tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi ke warga selaku pemilik lahan.

“Sama sekali tidak ada komunikasi dan sosialisasi dari pihak perusaan untuk pemasangan sutet. Bahkan, pada 22 November kemarin, kami mendapati salah satu karyawan perusahaan yang sedang melakukan penarikan kabel di lahan kami,” ungkapnya, saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Sultra.

Yusuf juga mengeluarkan, bahwa PT. OSS tak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, perusahaan tersebut melanggar hasil kesepakatan bersama saat pertemuan di Hotel Claro Kendari, agar pemasangan sutet dihentikan dulu, tetapi tidak dihentikan.

Editor: Azka

Pos terkait