Formappi Khawatir Transaksi Politik Terkait Jadwal Pemilu 2024

Ilu

Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus khawatir terjadi transaksi politik di balik pengunduran jadwal pemilu 2024.

Ia menilai, penundaan yang berlarut-larut terjadi karena banyak pihak memaksakan kepentingannya dalam pembahasan.

“Kalau soal waktu penyelenggaraan pemilu saja sudah mulai dipolitisasi, ya mudah politik transaksional terjadi sejak awal, kompromi-kompromi, lobi, dan lain sebagainya dalam memutuskan waktu penyelenggaraan pemilu,” kata Lucius dalam diskusi daring, Jumat (8/10/2021) seperti dikutip dari cnnindonesia.

Lucius mengatakan, penundaan ini tidak akan terjadi jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tegas mempertahankan rencana awal. Menurutnya, KPU mestinya tidak dengan mudah mengikuti kemauan pemerintah dan DPR menggeser waktu pemilu.

Bacaan Lainnya

Ia menyayangkan KPU memberi opsi Pilkada Serentak digeser ke 2025 usai pemerintah mengusulkan pemilu di Mei 2024, sebab keputusan itu melemahkan posisi KPU sendiri.

“Ketika mereka mudah menyerah, lalu membuat opsi baru, artinya pemerintah dan DPR mengatakan, ‘Tidak ada yang sangat mendasar, waktu bisa berubah-ubah.’ Pemerintah dan DPR akan terus mendorong waktu yang mereka inginkan,” ujarnya.

Pos terkait