Pembebasan Lahan Lambat, Irwan: Pulau Balang Jangan Jadi “Jembatan Abunawas”

Jembatan Pulau Balang alur menuju lokasi Ibu Kota Negara baru, selain perlintasan dari PPU ke Kota Balikpapan tanpa menggunakan fery. Dan terhubung dengan Kawasan Industri Kariangau dan Tol Balikpapan-Samarinda / Courtesy KaltimProv.go.id

Anggota Komisi V  DPR RI Irwan menyesalkan berlarut-larutnya pembebasan lahan untuk akses jalan jembatan di Pulau Balang Kota Balikpapan Kalimantan Timur dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Hal itu diketahui Irwan ketika sedang melakukan inspeksi proyek jembatan yang nantinya menghubungkan pusat Ibu Kota Negara baru ini.

“Hari ini saya meninjau Jembatan Pulau Balang di Balikpapan dan PPU. Progres fisik pekerjaan jembatan Pulau Balang sendiri sudah seratus persen namun belum bisa fungsional sampai hari ini. Sebab permasalahan pembebasan lahan yang berlarut-larut juga menjadi salah satu penyebab belum mulainya pembangunan akses darat jembatan di wilayah Balikpapan,” tukas Irwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/10/2021).

Melihat persoalan itu, Irwan menyebut tiba pada kesimpulan bahwa pekerjaan akses jalan ke jembatan Pulau Balang sisi darat Balikpapan harus segera ditangani Pemerintah Pusat.

Bacaan Lainnya

“Sebagai anggota Komisi V DPR RI pada rapat Komisi V dengan Menteri PUPR saya mendesak agar akses darat ini segera dituntaskan dan ditangani pemerintah pusat. Biar tidak terlalu lama jadi ‘Jembatan Abunawas’,” tegas pria yang karib disapa Irwan Fecho.

Irwan melanjutkan, opsi pembiayaan melalui investasi menjadi yang terbaik. Mekanismenya terserah pemerintah bisa melalui tugas khusus ke BUJT atau mekanisme KPBU lainnya,  terpenting segera action.

“Opsi akses jalan dari jembatan pulau balang langsung koneksi ke Tol Samboja-IKN menjadi paling efektif dengan catatan pembangunan Tol Samboja-IKN segera dilakukan,” tambahnya.

“Jangan biarkan investasi pemerintah melalui SBSN senilai Rp.1,38 trilyun ini tidak fungsional karena berlarut-larut tanpa solusi konkret. Terlepas dari adanya isu IKN maka akses jalan jembatan pulau balang sisi Balikpapan bisa terhubung dan fungsional karena menjadi alur strategis ekonomi dan transportasi yang menghubungkan antar kabupaten dan provinsi,” sergah Irwan yang juga Wasekjen Partai Demokrat ini.

Irwan juga mengatakan Jembatan pulau balang merupakan jembatan terpanjang di Asia untuk kategori jembatan kabel beton dengan panjang bentang 402 meter. Ini kebanggaan Indonesia, kebanggaan Kaltim.

“Kami akan terus mengawal permasalahan jembatan pulau balang ini sampai tuntas dan berfungsi otpimal,” demikian Irwan.

Diketahui, istilah Jembatan Abunawasadalah julukan yang sempat disematkan kepada JembatanMartadipura di Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Hal itu lantaran bentang utama yang sudah selesai dibangun, belum tersambung dengan akses pendekat. Akhirnya, dalam waktu yang lama, jembatanhanya bisa dilintasi oleh monyet-monyet.

Pos terkait