Dampak Pengembangan RS PMI, Markas KSR Kendari Dibongkar, ke Mana Relawan Bernaung?

Markas KSR PMI Kota Kendari / Ist

KENDARI – Pembongkaran unit bangunan untuk kebutuhan pengembangan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan relawan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Kendari yang menghuni bangunan  tersebut sebagai markas harus berbenah mencari tempat yang baru.

Berdasarkan surat pemberitahuan dari PMI Sultra, bangunan bekas Rumah Jabatan Dokter UDD PMI Sultra itu akan dilakukan pembongkaran, penimbunan dan penataan lokasi pada akhir tahun 2021.

Salah satu relawan KSR PMI Kota Kendari, Rajab mengatakan pembongkaran bangunan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipinjampakaikan ke PMI Kota Kendari itu sebelumnya dihuni dan dijadikan sentrum aktifitas organisasi KSR PMI Kota Kendari sejak lama.

“Kami saat ini bingung mau mencari markas dimana. Apalagi pengurus PMI Kendari seperti tidak perduli dengan kondisi kami yang kehilangan tempat,” kata Rajab kepada Parlemen.id, Selasa (2/11/2021).

Bacaan Lainnya

Senada disampaikan Ketua KSR PMI Kota Kendari, Reski Megawanto bahwa hingga surat pemberitahuan ketiga dari PMI Sultra diterima, PMI Kota Kendari pun tak memberikan solusi terhadap penggusuran markas dimaksud.

“Saya sudah menghubungi Ketua PMI Kendari, Pak Quraisyuntuk mempertanyakan kasus ini, tapi tidak ada respon,” kata Reski.

Karena tak mendapat respon, lanjut Reski, dirinya pun coba mengkonsultasikannya kepada Sekretaris PMI Kota, Jafar sekiranya bisa diberikan solusi.

Hasil konsultasi tersebut, Sekretaris PMI meminta para relawan untuk mencari rumah kontrakan sebagai markas sementara.

“Itu (rumah kontrakan) bisa jadi solusi, hanya saja yang menjadi kendala adalah siapa yang akan membayar biaya kontrakan itu,” bilangnya.

Menurutnya, pengurus PMI Kota Kendari  kurang memperhatikan para relawan, karena hal ini sudah lama dikoordinasikan olehnya.

“Kami ini relawan yang bekerja untuk kemanusiaan, kami juga tidak meminta gaji dengan apa yang kami lakukan. Tapi setidaknya kami bisa diberikan fasilitas yang layak, itu sudah cukup,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Kendari, Quraisy Hamzah Mappamengatakan bahwa Markas KSR PMI Kendari pada jaman Wali Kota Asrun sempat akan dipindahkan ke salah satu bangunan yang berada di RSUD Kota Kendari.

“Tapi karena tempat yang ditunjukkan Pak Asrun itu kecil dan pengurus tidak sepakat, akhirnya kita kembali lagi ditempat lama,” ucap Quraisy.

Dikatakannya, pihaknya saat ini tidak tahu harus berbuat apa, untuk solusi Markas KSR PMI Kota Kendari.

“Belum tahu mau bagaimana, tempat lama juga sudah tidak layak huni,” kata mantan Camat Baruga ini.

Diungkapkannya, dia pernah mengkonsultasikan masalah ini kepada Wali Kota Sulkarnain Kadir, tapi tidak mendapat respon positif dari orang nomor satu di Kota Kendari itu.

“Saya pernah ketemu Pak Wali (Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir; red) tapi katanya, apa sumbangsih dari PMI. Jadi saya tidak tahu harus bagaimana,” bebernya.

“Apalagi sampai saat ini tidak ada penganggaran untuk PMI Kendari. Terakhir itu pada jaman Wali Kota ADP (Adriatma Dwi Putra) kita dapat dana hibah dari pemkot,” imbuhnya.

Dirinya meminta agar Pemerintah Kota Kendari bisa memberikan bantuan untuk para relawan KSR PMI Kendari, baik itu penganggaran maupun pengadaan markas untuk berkegiatan kerelawanan.

“Ini adik-adik kan bekerja untuk kemanusiaan, harusnya bisa diperhatikan. Apalagi setiap kejadian bencana di Kendari, adik-adik ini siapa siaga turun membantu, seperti banjir di Kali Wanggu, pembagian bantuan saat Covid,” demikian Quraisy.

Diketahui Markas KSR PMI Kota Kendari, yang berada di Jalan Matahari No. 4 Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat itu telah lama dihuni sebagai markas kegiatan kerelawanan.

Karena tidak mendapatkan penanganan dan perbaikan akhirnya bangunan tersebut mengalami kerusakan dan menjadi tak layak huni sejak beberapa tahun terakhir. Namun tak menyurutkan aktifitas kerelawanan KSR PMI Kota Kendari ketika ada kejadian musibah bencana alam terjadi serta kegiatan kemanusiaan lainnya.

Pos terkait