Dahlan Iskan Sebut Ada Anggota DPR Minta THR ke PLN, Komunikolog: Reputasinya Dipertaruhkan

  • Whatsapp
Mantan Direktur PT PLN, Dahlan Iskan/net

Dahlan Iskan kembali menceritakan bahwa ada anggota DPR RI yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Direktur PLN ketika dirinya menjabat Dirut PLN pada saat itu. Hal tersebut disampaikan pada podcast youtube Akbar Faisal.

“Saya mungkin sudah saatnya menceritakan, belum pernah saya ceritakan, jadi ketika mau lebaran Idul Fitri itu salah satu direktur saya di PLN itu tergopoh-gopoh menemui saya. ‘Pak tadi saya dipanggil oleh anggota DPR Pak, kemudian tidak minta sih, tetapi menanyakan soal THR untuk anggota DPR’,” ungkap Dahlan Iskan seperti dikutip dari Youtube Akbar Faizal Uncensored.

Bacaan Lainnya

Menangapi hal ini, Komunikolog Politik Nasional Tamil Selvan mengistilahkan bahwa tidak akan ada asap jika tidak ada api. Aktivis yang akrab disapa Kang Tamil ini mengatakan agar Dahlan jangan bersikap oportunis dengan melempar opini yang bertujuan untuk mengembalikan popularitasnya.

“Dahlan ini kan sudah tengelam, ini strategi agar rakyat ingat dia kembali. Kalau jantan, sebut nama lalu buka data ke publik, jangan-jangan budaya THR itu awalnya di ajarkan oleh PLN. Logikanya orang tidak akan berani nanya, kalau sebelumnya tidak dibiasakan dikasih,” ungkap Ketua Forum Politik Indonesia ini kepada awak media, Senin (10/1/2022).

Kang Tamil mengatakan bahwa pernyataan Dahlan Iskan tersebut akan menambah antipati publik kepada DPR sebagai lembaga, maka dirinya mendorong agar hal tersebut dapat segera diklarifikasi atau dibuktikan, untuk menghindari proses ke ranah hukum.

“Pilihan Dahlan adalah klarifikasi atau buktikan. Jika terbukti, maka elektoral politik Dahlan akan sangat meningkat. Namun jika tidak terbukti, bisa jadi hal ini dibawa keranah hukum, tapi yang pasti reputasinya akan selesai,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Komisi VI Faisol Riza mengomentari pernyataan Mantan Menteri BUMN itu dan meminta agar Dahlan Iskan dapat menyebutkan nama anggota DPR yang dimaksud guna menghindari fitnah.

Pos terkait