Kasus Suap Pinjaman Dana PEN Daerah, KPK Periksa Pejabat Kemendagri

  • Whatsapp
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri / Courtesy RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terkait pengajuan pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tahun 2021 yang juga menjerat Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik memanggil lima orang sebagai saksi, hari ini (Selasa, 11/1/2021).

Bacaan Lainnya

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI,” ujar Ali kepada wartawan, Selasa (11/1/2021) siang.

Saksi-saksi yang dipanggil, yakni pihak swasta,  Lidya Lutfi Angreni; Staf pada Subdit Pinjaman Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irham Nurhali.

Selanjutnya, ASN Kemendagri, Lisnawati Anisahak Chan; mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Adrian Noorvianto; dan Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Mukti Infrastruktur (SMI), Sylvi Juniarty Gani.

Namun dalam perkara ini, KPK secara resmi belum mengumumkan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi berdasarkan informasi yang dihimpun, Bupati Andi Merya merupakan salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang saksi yang juga dipanggil pada hari ini yaitu Mochamad Adrian Noorvianto.

Pos terkait