2 Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Hanya Divonis 10 Bulan dan Bayar Restitusi

  • Whatsapp
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan kekerasan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi yang diduga dilakukan oleh oknum aparat di area Graha Samudera Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 2021/Antara

Dua polisi yang menjadi terdakwa penganiaya jurnalis Tempo Nurhadi, Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi divonis 10 bulan penjara dan membayar restitusi. Vonis hakim tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (12/1/2022).

Ketua Majelis Hakim Muhammad Basir saat membacakan putusan mengatakan Firman dan Purwanto terbukti bersalah melanggar Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Bacaan Lainnya

“Menghukum terdakwa Firman dan Purwanto selama 10 bulan penjara karena terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana pers secara bersama sebagaimana dakwaan,” kata Basir dikutip Antara, Rabu (12/1/2022).

Selain hukuman penjara, kedua polisi juga dihukum membayar restitusi atau ganti rugi kepada Nurhadi dan seorang saksi lainnya dalam perkara berinisial F.

“Menghukum terdakwa membayar restitusi kepada saksi Nurhadi Rp13.813.000 dan saksi F sebesar Rp21.850.000,” sebut Basir.

Menurut Basir, pertimbangan majelis hakim yang memberatkan kedua terdakwa adalah mereka tidak mengakui perbuatannya.

Adapun pertimbangan yang meringankan karena kedua dianggap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Vonis untuk Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam persidangan tuntutan, jaksa menuntut keduanya dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun 6 bulan. Sementara besaran restitusi atas saksi Nurhadi sama dengan putusan hakim, Rp13.813.000 sedangkan tuntutan restitusi atas nama saksi F lebih besar, Rp42.650.000.

Kasus kekerasan: Adapun kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo terjadi saat Nurhadi dianiaya polisi saat ingin mewawancarai Angin Prayitno Aji perihal dugaan kasus korupsi.

Nurhadi diduga dianiaya oleh sejumlah oknum petugas keamanan saat hadir dalam resepsi pernikahan anak Angin Prayitno Aji di Surabaya, Jawa Timur, akhir Maret lalu.

Pos terkait