Gubernur Anies Ajukan Banding Putusan Kali Mampang, PSI: Harusnya Lebih Evaluasi Diri

JAKARTA – August Hamonangan, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, menanggapi ajuan banding yang dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan terkait pengerukan Kali Mampang. Menurut August, hal tersebut menunjukan karakter pemimpin yang lebih mementingkan citra daripada kerja.

“Pak Anies hanya diminta dua hal yang memang sudah menjadi tugasnya, keruk dan buat turap di Kali Mampang. Kami paham, banding itu haknya Pak Anies, tapi kasihan aja warga. Ini menunjukkan, Beliau lebih peduli citra sebagai Gubernur daripada menuntaskan kerjanya. Pak Anies ingin terlihat selalu benar. Padahal, banding atau tidak, kalah jadi abu, menang jadi arang. Sama saja. Kalau begini, kasihan warga. Jadi, lebih baik sibuk mengerjakan, daripada sibuk mengajukan,” ucap August.

Menurutnya, komitmen terhadap penanggulangan banjir di Jakarta masih rendah. Dia meminta Anies mengevaluasi lagi strateginya.

“Saat warga minta Pak Anies mengeruk kali, _dicuekin_. Lalu warga terpaksa menempuh upaya hukum untuk mendesak Pak Anies melakukan tugasnya. Saat putusan hukum sudah menyatakan Pak Anies harus mengerjakan, _malah_ dilawan balik. Harusnya, evaluasi diri dan strategi. Kita bisa nilai komitmen beliau. Tidak serius. Jangan mempermainkan masyarakat,” kata August.

Bacaan Lainnya

August mengatakan bahwa melakukan banding putusan adalah hak dari seluruh warga negara termasuk Gubernur Anies Baswedan. Namun, sebagai pemimpin, August berpendapat bahwa lebih baik menghabiskan energi untuk mengerjakan tugasnya daripada melakukan upaya hukum.

“Pendapat kami lebih baik Pak Anies fokus buktikan bahwa beliau bekerja. Masih banyak PR yang harus dikejar. Mungkin Pak Anies Pusing, tapi ini sudah menjadi tugas beliau. Amanah dari masyarakat Jakarta. Pekerjaan-pekerjaan ini harus dituntaskan sebelum Pak Anies lengser. Jangan sampai, karena kerja tidak tuntas masyarakat harus _bolak-balik_ PTUN lagi,” tutup August.

Pos terkait