Siap Kawal Hak-Hak Pekerja, Jumhur Siap Benahi KSPSI Usai Vakum 7 Tahun

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah kepemimpinan Jumhur Hidayat bertekad untuk kembali membangkitkan kembali organisasi usai 7 tahun vakum.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat disela-sela rapat pleno perdana yang digelar pada Jumat (11/3/2022) di Hotel 101 Dharmawangsa Jakarta Selatan.

“Hampir 7 tahun organisasi ini Vakum. Kami bertekad membangkitkan kembali dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

“Langkah pertama yang akan saya ambil adalah membenahi sekaligus membesarkan organisasi ini. Karena banyak sekali persoalan-persoalan buruh dan pekerja yang harus mendapat perhatian serius,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Bagi Jumhur, kesejahteraan buruh adalah tanda kemajuan perekonomian suatu bangsa. Maka, KSPSI akan terus konsisten mendorong agar pemenuhan hak-hak buruh dapat dipenuhi secara serius.

“Pertumbuhan ekonomi tanpa hadirnya kesejahteraan bagi pekerja merupakan pelanggaran terhadap Pancasila. Hal tersebut menjadi dasar KSPSI akan terus konsisten mengawal terpenuhinya hak-hak pekerja,” urainya.

Jumhur berkomitmen bahwa KSPSI akan melakukan pembinaan, perlindungan, dan meningkatkan kesejahteraan bagi para buruh. KSPSI sebagai serikat buruh terbesar di Indonesia akan melakukan tindakan ke dalam dan keluar untuk menjaga marwah organisasi.

Berkaca pada permasalahan pekerja di Indonesia yang beragam, KSPSI akan terus berbenah untuk menjadi organisasi yang lebih progresif.

“KSPSI sebagai gerakan pekerja terbesar di Indonesia, harus bisa menjadi rumah besar bagi seluruh asosiasi pekerja di Indonesia. Oleh karena itu, KSPSI akan dikelola secara Modern, Mandiri, dan Profesional. Hal ini akan tercapai dengan mulus, karena saya yakin di kader KSPSI ini diisi para pemuda dan orang tua yang sama-sama progresif,” tegasnya.

Jumhur menegaskan bahwa KSPSI harus menegakkan Tri Partit dalam Politik. “Saya tidak bosan-bosan nya mengingatkan kita semua untuk menjadi anggota KSPSI yang progresif. KSPSI sudah selayaknya mampu bertindak cepat dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan tegas. Oleh karena itu, Jika saudara-saudara melihat ada pertentangan di ranah teknis, mari kita coba diskusikan. Namun, bilamana nilai Normatif sudah kita rasa telah dilanggar, maka harus kita Lawan dengan aksi nyata,” tegasnya.

Libatkan Pekerja Perempuan

Dalam susunan kepengurusan baru, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) juga melibatkan kaum perempuan. Dari beberapa deretan nama, ada sosok aktivis sekaligus artis Raslina Rasyidin, yang menjabat sebagai Ketua Bidang pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Kalau dilihat data statistik penduduk Indonesia, jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki, terutama yang usia produktf. Artinya, penting buat kita untuk memberikan dukungan, terlebih pada kondisi perekonomian saat ini,” ujar Raslina Rasidin.

Menurut bintang sinetron Pintu Berkah ini, Tuhan telah menganugerahkan banyak keahlian untuk para perempuan. Tidak hanya sekedar pandai memasak dana mengurus suami, kaum ibu juga banyak yang menjadi buruh dan bekerja di pabrik.

“Saya berharap, melalui organisasi ini, kaum perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata, sejatinya pekerjaan yang dilakukan kaum perempuan juga tak kalah dengan kaum laki-laki. KSPSI bertekad dengan sungguh-sungguh, ingin agar derajat kaum perempuan bisa terangkat,” urai Raslina yang pernah menjadi Duta Kemanusian itu.

Selain itu, politikus sekaligus ketua dan pendiri parsi itu juga sangat berharap, akan muncul sosok dan tokoh-tokoh baru dari kalangan perempuan. “Saat ini masih sangat jarang sekali tokoh perempuan yang muncul dan berani menyuarakan keadilan. Tidak banyak juga tokoh perempuan yang berani tampil di tingkat nasional, mudah-mudahan, dengan dilibatkannya kaum perempuan di KSPSI, bisa muncul tokoh-tokoh peberani khusunya untuk membela para buruh dan pekerja,” pungkas Raslina.****

Pos terkait