Tolak Pasien Bersalin hingga Meninggal, Empat RS Diadukan ke DPRD Sulsel

MAKASSAR – Buntut perkara meninggalnya seorang ibu yang hendak bersalin dan ditolak empat Rumah Sakit (RS) membuat sejumlah mahasiswa geram.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar menggelar aksi di Kantor DPRD Sulawesi Selatan meminta Gubernur dan DPRD menindaklanjuti kejadian memilukan itu.

“Meminta kepada DPRD Sulsel untuk mencabut izin operasional mengevaluasi kinerja RS Labuan Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia,” bilang Jenderal Lapangan, Muh Iqbal seperti dilansir pada laman Fajar.co.id, Senin (14/12) sore.

“Meminta kepada Gubernur Sulsel untuk menindaklanjuti dan memberikan sanksi kepada rumah sakit yang diduga melakukan pelanggaran berat itu,” tegasnya.

Hujan yang mengguyur tak menurunkan tensi massa aksi yang sempat bersitegang dengan aparat Satpol PP dan sempat saling dorong pagar kantor tersebut.

Salah seorang massa aksi berhasil masuk ke dalam halaman kantor itu, namun dihadang oleh petugas yang telah siaga.

Diketahui sebelumnya, empat rumah sakit di Makassar yakni RS Labuan Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia menolak pasien bernama Hartina yang hendak bersalin.

Setibanya di RS Wahidin Sudirohusodo, Hartina bersama bayi dalam perutnya yang telat mendapat pertolongan medis meninggal dunia, meski sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit itu, pada Rabu (9/12/2020) lalu.

Jurnalis Fajar.co.id yang berupaya mengkonfirmasi pihak Rumah Sakit Pelamonia, Makassar melalui Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah.

Namun yang dirinya mengaku tidak lagi menangani soal itu dan telah dimutasi ke daerah lain. Senada, Direktur RS Labuan Baji, Dr Andi Mappatoba juga tak lagi menjabat di rumah sakit itu.

Sementara pihak RS Ananda belum merespon pesan singkat. Pihak RS Kartini belum ada konfirmasi.(Fajar)

Editor: aroeL

Pos terkait