DPR Minta Peremajaan Alutsista Jadi Perhatian Pemerintah

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto beserta jajarannya di Markas Divif 2 Kostrad, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (14/12/2020). Foto : Tasya/Laman DPR RI

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menilai peralatan alutsista yang digunakan prajurit TNI di Divisi Infanteri 2 Kostrad sudah cukup komplet. Namun, ia melihat banyak peralatan berumur tua yang masih digunakan.

Untuk itu, menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian Komisi I DPR RI sebab Divif 2 Kostrad menjadi salah satu andalan TNI untuk mendukung seluruh operasi perang maupun non-perang yang ada di dalam dan di luar negeri.

“Ya masih cukup banyak peralatan tua yang digunakan, padahal selama ini Divif 2 Kostrad selalu diandalkan untuk mendukung operasi-operasi TNI di semua medan baik di dalam maupun luar negeri, operasi perang dan selain perang,” ujar Sukamta usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto beserta jajarannya di Markas Divif 2 Kostrad, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (14/12/2020) seperti dikutip parlemen.id dari laman DPR.

Sukamta pun meminta pemerintah memberikan perhatian pada peremajaan peralatan tempur milk TNI. Tak hanya itu, TNI juga diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi. Mengingat, saat ini banyak negara di dunia sudah memiliki peralatan digital yang canggih, sehingga peperangan pun lebih banyak dikendalikan secara elektronik.

“Sekarang ini peperangan lebih banyak menggunakan digital. Peralatan-peralatan dikendalikan secara elektronik. Jadi agak lebih sedikit peralatan yang digunakan, bahkan mungkin sudah hampir gak ada lagi ya peralatan yang digunakan secara manual, kecuali mungkin di negara-negara terbelakang,” jelas politisi F-PKS ini.

Sukamta pun mengingatkan, dalam kondisi peperangan dari jarak jauh meskipun secara keterampilan prajurit TNI hebat, tetapi lawan bisa menyerang dengan peralatan digital. TNI tentu akan tetap kesulitan untuk membalas serangan lawan. Untuk itu, baik TNI maupun pemerintah perlu mengantisipasi adanya kondisi yang mengancam keutuhan negara dan keselamatan bangsa dengan mempersenjatai peralatan tempur yang modern.

“Ya kita sih berharap tidak ada perang, tapi kan kalau kita ini tidak bisa hanya berharap, tapi harus hope for the best but prepare for the worst. Harapan kita tidak ada perang tapi kita harus siap-siap kalau itu terjadi. Mungkin nanti doktrin perang kita, peralatan perang kita, maupun kemampuan perang kita juga harus menyesuaikan atau beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” wanti-wanti legislator Dapil DI Yogyakarta itu.

Terkait anggaran untuk peremajaan peralatan TNI, Sukamta menyadari masih ada tarik-menarik antara urgensi meningkatkan kesejahteraan prajurit dengan peremajaan peralatan. Pihaknya meminta agar pemerintah tidak hanya memberikan janji-janji saja. Namun, perlu realisasi anggaran fokus untuk meremajakan peralatan. Sebab, kondisi lingkungan saat ini yang sedang tidak stabil rawan terjadi konflik seperti di Laut China Selatan perlu diantisipasi dan ditangani secara serius oleh TNI.

“Memang kita ini kan masih tarik-menarik antara peningkatan kesejahteraan prajurit dengan peremajaan peralatan. Kita berharap pemerintah itu bisa memberi tambahan anggaran ya, karena memang kalau dilihat dari janji-janji para Capres sejak dulu itukan akan memberikan satu setengah sampai dua persen dari GDP (gross domestic bruto) kita ya. Jadi harapan kita segera ada realisasi dan dananya fokus diberikan kepada TNI, tidak yang nyebar melalui berbagai macam kementerian,” tutup Sukamta.

Editor: Didul

Pos terkait